Sekadar diketahui, sebanyak 3.614 rumah mengalami kerusakan akibat dampak erupsi Gunung Ruang di Tagulandang, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
“Ribuan rumah ini tersebar di dua kelurahan dan 13 kampung,” ujar Sekda Kepulauan Sitaro, Denny Kondoj, Senin (22/4/2024).
Berdasarkan data BPBD, hingga Senin (21/4) terdapat 3.582 warga pengungsi yang sudah ditangani.
Adapun tantangan yang dihadapi tim Satgas Gabungan adalah bagaimana agar warga yang mengungsi secara mandiri di pegunungan tetap dapat termonitor.
“Sekaligus terpenuhi kebutuhan dasarnya termasuk layanan kesehatan,” ujar Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari.
Hasil koordinasi yang dilakukan oleh Sekda Sulawesi Utara bersama Kepala Staf Kodam Merdeka, OPD terkait, Kodam Merdeka, Danlanud, Polda Sulawesi Utara, BNPB dan lintas Kementerian/Lembaga lainnya, disepakati, bantuan untuk pemenuhan dasar masyarakat terdampak maupun pengungsian akan tetap dilakukan.
“Terutama bagi kelompok rentan, lansia, anak-anak, balita,” ujarnya.
Layanan kesehatan juga tetap dilaksanakan dengan skema ‘jemput bola’, mengingat adanya lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik.
Mulai posko yang didirikan oleh stakeholder, pengungsian mandiri di atas bukit, pengungsian di rumah kerabat termasuk yang dievakuasi ke luar Pulau Tagulandang. (*)













