MANADO, nyiurnews.com – KPU Sulawesi Utara (Sulut) saat ini sedang mendapat sorotan terkait dugaan keterlambatan pembayaran iklan media.
Salah satu media menyatakan bahwa KPU Sulut belum membayar iklan KPU Sulut yang telah ditayangkan pada bln Agustus di media tersebut.
Selain itu, media tersebut juga menilai dan muncul dugaan adanya praktik pilih kasih dalam pemberian Surat Tugas (ST) kepada media lain, yang dianggap menimbulkan ketidakadilan.
Situasi ini dinilai mencoreng citra KPU Sulut, yang seharusnya menjadi lembaga independen dan merangkul semua media tanpa diskriminasi.
Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan, dan para komisioner diminta untuk segera mengevaluasi kinerja bendahara terkait pengelolaan keuangan, untuk menghindari hal serupa terjadi di masa mendatang.
Adapun terkait permasalahan ini, pihak media tersebut telah berusaha melakukan konfirmasi terkait keterlambatan pembayaran iklan dengan menghubungi Ketua KPU Sulut Kenly Poluan dan salah satu Komisioner KPU melalui telepon dan pesan WhatsApp. Meskipun telah dilakukan beberapa kali upaya, baik panggilan maupun pesan, sampai berita ini ditayangkan, tidak ada tanggapan dari Ketua KPU maupun Komisioner yang dihubungi. (*Om Lole)













