Opini  

Tidak Sedikit TS Berubah Jadi Provocateurs dengan Motif “FOMO” & Memilih Strategi Agresif

Avatar photo
Ket foto: Donny L (Om Lole), Pemimpin Redaksi Nyiur Media Group dan Ketua IWAJRI SULUT.

Tim sukses berubah menjadi provocateurs dengan motif “FOMO” karena kekhawatiran kehilangan pengaruh politik atau kesempatan. Mereka memilih strategi agresif.

Oleh : Donny Liow (Om Lole).

NyiurNews.com – Fenomena di mana tim sukses berubah menjadi tim yang melakukan provokasi atau hasutan dengan motif “FOMO” (Fear of Missing Out) bisa terjadi ketika ada kekhawatiran kehilangan kesempatan atau pengaruh dalam kontestasi politik. Tim-tim ini mungkin merasa perlu menonjolkan diri atau menggunakan strategi agresif untuk tetap relevan atau memenangkan simpati publik.

Namun, pendekatan semacam ini sering kali berisiko dan dapat merusak citra kandidat atau organisasi yang mereka wakili. Dalam jangka panjang, strategi yang didasarkan pada hasutan dan provokasi cenderung menciptakan polarisasi dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat.

Untuk mengatasi tim sukses yang mengalami FOMO (Fear of Missing Out), berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Jelaskan Prioritas yang Jelas: Pastikan setiap anggota tim tahu tujuan utama kampanye dan tugas spesifik mereka. Fokus pada prioritas yang telah ditetapkan dapat membantu tim menghindari terjebak dalam mengejar semua hal sekaligus.

2. Kampanye Berbasis Data: Gunakan data untuk membuat keputusan yang lebih rasional. Ini membantu tim sukses untuk memprioritaskan strategi dan taktik yang terbukti efektif daripada terjebak dalam tren atau aktivitas yang terlihat populer tapi mungkin tidak relevan.

3. Buat Pembagian Tugas yang Tepat: Bagilah tanggung jawab dalam tim sesuai keahlian. Tim yang tahu peran masing-masing akan lebih fokus pada tugas mereka daripada merasa harus ikut campur di semua aspek kampanye.

4. Rencanakan dan Evaluasi Secara Berkala: Adakan rapat evaluasi rutin untuk melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang bisa diabaikan. Ini dapat membantu tim tetap fokus dan tidak merasa mereka harus mengikuti semua tren atau berita terbaru.

5. Tingkatkan Kolaborasi dan Komunikasi Internal: Pastikan bahwa komunikasi antar anggota tim terbuka dan teratur. Diskusikan setiap peluang atau ancaman yang muncul sehingga semua anggota merasa terlibat dan tidak ada yang merasa mereka melewatkan sesuatu yang penting.

6. Bangun Kepercayaan Diri dan Kontrol Emosi: Latih tim untuk percaya pada strategi yang sudah disusun dan tidak mudah tergoda untuk ikut-ikutan dengan tren baru yang mungkin tidak relevan. Ini bisa dicapai dengan memberikan kejelasan dalam tujuan dan langkah-langkah menuju keberhasilan.

Dengan pendekatan ini, tim sukses akan lebih terorganisir, lebih fokus pada hal-hal yang penting, dan tidak mudah terdistraksi oleh tren atau aktivitas yang kurang signifikan.