Di Balik Duri, Ada Kasih yang Setia

Avatar photo
Gambar: ilustrasi

Penulis : Donny Liow

Ada saat di mana langkah terasa berat, seperti menapaki jalan penuh duri yang tak kunjung usai. Mungkin doa-doa kita menggantung di langit, seolah tak sampai. Mungkin beban yang kita pikul terasa begitu menghimpit hingga hati mulai bertanya, “Mengapa, Tuhan?”

Namun, dalam keheningan yang penuh misteri, percayalah bahwa setiap duri memiliki maksud. Meski tak terjawab dengan cara yang kita inginkan, Dia yang setia tak pernah sekalipun meninggalkan kita. Dalam tangis dan lelah, ada tangan-Nya yang menopang, ada kasih-Nya yang membalut luka.

Berkali-kali, Dia menolong kita—mungkin tanpa kita sadari. Dia hadir dalam orang-orang yang menguatkan, dalam firman-Nya yang menyejukkan, bahkan dalam keheningan yang mengajari kita arti berserah.

Ketika duri dalam daging terus menggores, itu bukan tanda bahwa Dia tak peduli. Itu adalah undangan untuk semakin mendekat, untuk tetap memilih percaya meski langit hidup kita terasa mendung. Sebab, syukur yang lahir dari iman di tengah badai adalah persembahan terindah bagi-Nya.

Apakah hari ini hatimu terasa rapuh? Ingatlah: Yesus setia. Dia yang telah menolongmu kemarin, Dia pula yang akan menguatkanmu hari ini dan sampai selama-lamanya. Biarkan duri-duri itu menjadi tempat di mana kasih-Nya bertumbuh lebih dalam di hatimu.

Jadi, meskipun Tuhan tak mengangkat duri itu, meskipun doa-doamu belum terjawab, pilihlah untuk tetap percaya. Pilihlah untuk tetap bersyukur. Sebab, dalam rasa sakit itu, ada kasih yang meneguhkan, ada tangan yang tak pernah lelah menggenggam.

Dan pada akhirnya, kita akan berkata dengan penuh keyakinan: “Tuhan, Engkau cukup. Dalam segala hal, aku akan tetap bersyukur, karena Kau setia.”

Selalu ingat, badai yang menakutkan di malam hari hanyalah pendahuluan bagi matahari yang terbit di pagi hari. Tuhan sedang bekerja, meski duri-duri itu masih ada.