Geger! Petugas Puskesmas Ranotana Weru Diduga Tolak Pasien Lansia, Publik Geram!

Avatar photo
Ket foto: Puskesmas Ranotana Weru. (Foto: istimewa)

Miris! Lansia Ditolak Berobat di Puskesmas Ranotana Weru, Ini Alasannya!

MANADO | NYIURNEWS.com – Pelayanan publik seharusnya berlandaskan prinsip kemanusiaan dan keadilan. Namun, realitas di Puskesmas Ranotana Weru justru menunjukkan indikasi sebaliknya. Seorang pasien lansia, Norce Magdalena Kaligis (64), diduga mengalami penolakan pelayanan medis hanya karena ia keluar sebentar untuk mencari sarapan. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang empati dan profesionalisme tenaga kesehatan di fasilitas tersebut.

Menurut keterangan suaminya, Sutedjo, mereka sudah mengambil nomor antrean dan mendapatkan urutan kedua. Namun, karena kondisi kesehatan yang melemah akibat belum makan, Norce keluar sejenak untuk membeli sarapan. Setibanya kembali di puskesmas, harapan untuk mendapatkan pelayanan pupus seketika. Petugas menolak melayaninya dengan alasan nomor antreannya sudah terlewat. Yang lebih mengherankan, tidak ada kebijakan alternatif yang diberikan, bahkan ketika pasien sudah berusia lanjut dan membutuhkan perhatian khusus.

Kasus ini bukan sekadar soal antrean, tetapi tentang sensitivitas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Publik tentu bertanya-tanya, di mana letak kebijakan yang berpihak pada pasien, terutama lansia yang rentan? Penolakan ini mencerminkan minimnya fleksibilitas dan kurangnya kepekaan petugas dalam menjalankan tugasnya. Sebuah ironi, ketika fasilitas yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan justru menjadi sumber kekecewaan.

Pihak berwenang, termasuk Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Manado, hingga Pemerintah Kota dan Provinsi Sulawesi Utara, harus segera mengevaluasi sistem pelayanan di Puskesmas Ranotana Weru. Jangan sampai praktik serupa terus berulang dan menciptakan preseden buruk bagi fasilitas kesehatan lainnya. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang adil, manusiawi, dan profesional – bukan sekadar dilayani dengan aturan kaku tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan. (Don/*)