Steven Liow Diserang Isu Mobil Dinas: Redaksi Bongkar Fakta, Tegaskan Loyalitas & Rekam Jejak Tak Tercela Pejabat Sulut

Avatar photo
📸 Caption Foto: Dalam foto ini, terlihat Evans Steven Liow tengah memberikan penjelasan terkait polemik kendaraan dinas. Ia menyampaikan bahwa dirinya baru saja melakukan komunikasi via telepon dengan Sekretaris Provinsi, dan telah disepakati bahwa keesokan harinya ia bersama Sekprov dan Asisten I akan bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Pernyataan ini menunjukkan itikad baik dan langkah administratif yang tertib, jauh dari kesan penolakan atau pembangkangan seperti yang digambarkan dalam narasi sepihak di media sosial. (Foto: tangkapan layar video viral)

Manado, NyiurNews.com│Dalam hiruk-pikuk narasi tendensius yang kini menggema di ruang publik, nama Evans Steven Liow—salah satu birokrat senior Sulawesi Utara—kembali menjadi sasaran empuk pemberitaan yang penuh insinuasi. Viral-nya potongan video singkat soal kendaraan dinas, tanpa konfirmasi dan tanpa narasi yang berimbang, telah memicu gelombang asumsi publik yang sangat disayangkan. Redaksi menilai, pemberitaan yang disebarluaskan oleh salah satu media, dilakukan tanpa menyandingkan klarifikasi langsung dari Steven Liow, bahkan mengabaikan prinsip dasar jurnalisme: cover both sides. Ironisnya, yang dibidik bukan semata masalah administratif, tapi kehormatan dan nama baik seorang pejabat yang telah lebih dari dua dekade mengabdi lintas gubernur—mulai dari Sinyo H. Sarundajang hingga Olly Dondokambey.

Evans Steven Liow bukan nama asing di lingkaran strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dengan ketajaman intelektual, loyalitas pada pimpinan, serta kepekaan dalam membaca dinamika birokrasi, Steven telah dipercaya menempati berbagai posisi kunci. Ia dikenal sebagai perumus kebijakan ulung dan penjaga komunikasi pemerintahan yang profesional. Bahkan saat terjadi pergantian kepemimpinan, nama Steven tetap dipertahankan oleh para gubernur sebagai aset birokrasi. Maka, menjadi tidak masuk akal jika seorang dengan rekam jejak demikian tega menodai reputasinya hanya karena satu unit kendaraan dinas. Video viral itu justru memperlihatkan dirinya sedang menjelaskan bahwa pertemuan dengan Gubernur bersama Sekprov dan Asisten I telah dijadwalkan—yang sejatinya menunjukkan itikad baik dan sikap administratif yang tertib.

Di tengah era digital yang kerap melahirkan pengadilan opini, redaksi menyerukan kepada masyarakat untuk tidak terseret dalam arus sensasi sepihak. Kredibilitas seorang pejabat tidak seharusnya dihakimi dari satu potongan visual yang tidak utuh dan belum tentu mencerminkan keseluruhan konteks. Kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus—yang dikenal arif dan profesional—publik percaya, beliau tidak mudah terprovokasi oleh framing yang melemahkan timnya. Sulawesi Utara butuh birokrat cerdas, bukan permainan opini murahan yang sarat kepentingan pribadi. Evans Steven Liow telah membuktikan dedikasinya. Kini saatnya publik berpikir jernih dan tidak menjadi bagian dari propaganda yang menyasar kehormatan dan integritas seorang aparatur sipil negara. (Om Lole)