Manado, NyiurNews.com ━ Di bawah kepemimpinan Kepala Perum Bulog SulutGo, Ermin Tora, langkah strategis kian nyata terasa. Bukan sekadar menjaga stok, Bulog menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menstabilkan harga beras di tengah tekanan inflasi. Program Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi wujud konkret, dengan penyaluran beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kilogram. Bersinergi dengan Polres, Kodim, dan Dinas Pangan, gerakan ini memastikan rakyat di semua lapisan bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Lebih dari sekadar operasi pasar, GPM adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Lewat distribusi yang terukur dan merata, Bulog SulutGo membangun rasa aman, bahwa beras tidak hanya tersedia, tetapi juga bisa dibeli dengan harga bersahabat. Inilah wajah nyata kepemimpinan Ermin Tora—membangun kepercayaan publik lewat tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
Pelaksanaan GPM di berbagai titik dilakukan secara masif. Setiap wilayah mendapat jatah distribusi beras SPHP sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan aparat kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang kuat untuk menjaga stabilitas pangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Berikut daftar lokasi dan pelaksana GPM pada Selasa, 26 Agustus 2025:
Tabel Distribusi Beras SPHP
No Pelaksana Lokasi Komoditi SPHP (Kg)
1 Polres Minut Balai Desa Lumpias, Kec. Dimembe 2,000
2 Polres Mitra Kec. Touluaan – Desa Ranoketang Atas, Desa Toundanow Atas 2,000
3 Polres Minahasa Selatan Pasar Poigar, Kec. Sinonsayang 2,000
4 Polres Minahasa Polsek Langowan, Polsek Langowan Barat 2,000
5 Polres Manado Kel. Kairagi 2 Kec. Mapanget, Desa Tambala Kec. Tombariri 2,000
6 Polres Tomohon – 2,000
7 Polres Bitung – Polsek Maesa – 2,000
8 Polsek Aertembaga – 2,000
9 Polres Bitung – Polsek KPS – 2,000
10 Polsek Lembe – 1,500
11 Polsek Matuari – 2,000
12 Polsek Ranowulu – 1,500
13 DKP Minut Kantor Lurah Sarongson 1 1,500
14 UPT Kementan Koperasi Agrotek 1,000
Program ini membuktikan bahwa Bulog SulutGo tidak hanya bekerja di atas kertas, tetapi hadir nyata di tengah masyarakat. Kepemimpinan Ermin Tora menegaskan bahwa pangan adalah soal martabat bangsa—dan memastikan beras tetap terjangkau sama artinya dengan menjaga keadilan sosial. Di saat isu inflasi kerap menekan dompet rakyat, Bulog tampil sebagai penyeimbang, membangun rasa percaya bahwa negara tidak pernah meninggalkan rakyatnya.
[ Don ]













