Manado, NyiurNews.com ━ Laporan yang masuk ke meja redaksi NyiurNews.com menyebutkan, warga di wilayah Paniki, tepatnya di Jl. A.A. Maramis, Kecamatan Mapanget, Kelurahan Kairagi Dua, Kota Manado, mengeluhkan kondisi air yang hampir dua minggu penuh mengalir deras di jalan raya hingga menimbulkan genangan. Warga menduga hal ini disebabkan oleh pipa bocor. Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait justru terkesan diam dan tutup mata. Padahal, persoalan ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat yang dijamin Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan Pasal 5 UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Media ini berupaya mengonfirmasi langsung kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Wanua Wenang Manado, Meiky Taliwuna. Dalam keterangannya, Dirut PDAM Manado menegaskan bahwa persoalan air di Paniki bukan merupakan kewenangan mereka. “Pelayanan air bersih di Paniki masuk wilayah pelayanan PDAM Minahasa,” jelasnya. Dengan demikian, sorotan publik kini mengarah pada Dirut PDAM Minahasa. Saat ini, Plt Direktur PDAM Minahasa adalah Denny Tangkere, yang diduga memilih diam di tengah keluhan warga. Kondisi ini menuntut Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, untuk segera turun tangan menegakkan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, agar pelayanan publik tidak terus diabaikan.
Sejumlah warga Paniki yang ditemui di lokasi menyampaikan kekesalan mereka. “Air tumpah terus setiap hari di jalan, sudah dua minggu tidak ada yang datang memperbaiki. Kalau bayar rekening air telat sedikit langsung diputus. Tapi kalau air terbuang sia-sia begini, PDAM Minahasa diam saja. Kami minta pemerintah jangan biarkan rakyat jadi korban,” tegas seorang warga dengan nada geram.
Kemarahan masyarakat kini kian memuncak. Beberapa warga bahkan menyatakan siap melakukan aksi protes bila persoalan ini terus dibiarkan. “Kalau dalam waktu dekat tidak ada perbaikan, kami akan turun demo di kantor PDAM Minahasa. Jangan anggap suara rakyat bisa dipermainkan,” ujar warga lainnya dengan lantang.
[ Om Lole ]













