Manado, NyiurNews.com — Potret buram pelayanan publik kembali mencuat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Pasien Fabiola Aluy bersama keluarga tampak kepayahan di ruang kelas II Irina A Teratai. Ruangan panas, pengap, minim fasilitas, bahkan kursi jaga dalam kondisi rusak membuat mereka sulit beristirahat dengan layak. Situasi ini memantik kekecewaan mendalam, sebab rumah sakit rujukan utama Sulut seharusnya memberi kenyamanan, bukan menambah penderitaan pasien.
Redaksi mencoba mengkonfirmasi keluhan pasien dan keluarga kepada Ruslianto Urendeng. Jawaban yang diberikan singkat: “sementara diusahakan.” Namun pantauan lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Hingga kini pasien tak kunjung dipindahkan ke ruang yang lebih layak, dan hari ini, Kamis (2/10/2025), redaksi kembali mendapat kabar bahwa pasien dan keluarganya sangat kecewa atas pelayanan serta kondisi ruangan tersebut.
Kekecewaan ini kian menohok publik. Bagaimana mungkin RS Kandou yang menyandang status rumah sakit rujukan terbesar di Sulut, membiarkan pasien terjebak di ruang panas dan kursi jaga rusak? Pertanyaan tajam pun menyeruak: jika fasilitas dasar saja diabaikan, bagaimana dengan mutu layanan medis yang jauh lebih kompleks? Ini bukan sekadar keluhan, tetapi tamparan keras bagi manajemen RS Kandou untuk segera berbenah, bukan lagi sekadar retorika.
[ Om Lole ]













