Di bawah kepemimpinan Ermin Tora, Bulog SulutGo menjelma menjadi jembatan kehadiran negara—mengalirkan beras dan minyak goreng dari Bitung hingga pelosok negeri, meneguhkan makna pengabdian yang berpijak pada ketulusan dan tanggung jawab
Bitung, NyiurNews.Com ▬ Langit Bitung pagi itu tak hanya biru—ia bergetar oleh semangat kebangsaan. Lagu Indonesia Raya berkumandang di Gudang Bulog Paceda, tempat di mana aroma beras dan harapan berpadu menjadi satu. Di sanalah, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus , SE, bersama Pimpinan Bulog SulutGo, Ermin Tora, dan jajaran Forkopimda, melepas ribuan ton beras dan minyak goreng untuk 139 ribu lebih keluarga penerima manfaat di seluruh Sulawesi Utara. Suasana haru, disiplin, dan nasionalisme seolah menari di udara — karena yang bergerak dari Bitung bukan sekadar logistik, tetapi denyut kepedulian negara untuk rakyatnya.

Di balik irama kesibukan itu, sosok Ermin Tora tampil tegas namun hangat—seperti perwira yang memimpin barisan logistik bangsa. “Kami tidak sekadar menyalurkan beras, tapi memastikan rasa aman di meja makan rakyat,” ujarnya penuh keyakinan. Di bawah kepemimpinannya, Bulog SulutGo menegakkan mandat negara dengan disiplin dan empati. Ia melaporkan stok beras yang aman hingga Maret 2026, dan menegaskan bahwa untuk pertama kalinya, bantuan pangan juga menyertakan minyak goreng—simbol kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan nyata masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru. Langkah ini bukan hanya soal distribusi, tetapi juga strategi menjaga daya beli rakyat agar tetap berdiri tegak di tengah badai ekonomi global.

Gubernur Yulius Selvanus pun memberi apresiasi, menyebut kepemimpinan Ermin Tora sebagai contoh nyata pengabdian yang efektif dan berintegritas. Sinergi Bulog, pemerintah daerah, dan TNI-Polri, katanya, telah menuntun Sulawesi Utara pada capaian inflasi terendah ketiga nasional—sebuah prestasi yang tak lahir dari kebetulan, melainkan dari kerja yang jujur dan terukur. Dari Gudang Paceda hingga Miangas, Ermin Tora menggerakkan Bulog bukan sekadar dengan instruksi, tapi dengan visi: menghadirkan negara sampai ke piring rakyat. Di setiap karung beras dan jeriken minyak itu, tersimpan bukan hanya bantuan, tapi juga janji — bahwa negara tak pernah absen bagi mereka yang sederhana namun bermartabat.
//VIT*













