Ruang Evaluasi, Cermin Integritas: Lurah Batu Kota Bobby Efrand Liow Bangun Spirit ASN yang Berjiwa Pelayan

Avatar photo
Ket Foto: Lurah Batu Kota Bobby Efrand Liow memimpin rapat evaluasi ASN, menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam pelayanan publik. (Foto:Istimewa)

Rapat Evaluasi Kinerja ASN Triwulan IV di Kelurahan Batu Kota, Menjadi Momentum Refleksi Disiplin dan Pengabdian Aparatur Sipil Negara

MANADO, NyiurNews.Com – Ada suasana yang berbeda di aula Kelurahan Batu Kota, Selasa (11/11/2025). Bukan sekadar rapat rutin, melainkan ruang refleksi — tempat setiap Aparatur Sipil Negara menatap kembali cermin pengabdian mereka. Di hadapan seluruh ASN, Lurah Batu Kota Bobby Efrand Liow, S.E tampil bukan hanya sebagai pemimpin birokrasi, melainkan sosok yang menyalakan semangat disiplin dan dedikasi. Dengan nada tenang namun tegas, ia menegaskan pentingnya integritas dan kesadaran sebagai fondasi pelayanan publik. “Kita ini pelayan rakyat, bukan sekadar pegawai pemerintah,” ujarnya, mengutip nilai luhur yang terpatri dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Rapat evaluasi kinerja ASN yang digelar jelang akhir Triwulan IV ini bukanlah seremonial angka dan laporan semata. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi titik ukur kesetiaan pada makna pelayanan — sejauh mana abdi negara di tingkat kelurahan telah menjalankan program pemerintah dengan penuh tanggung jawab, sebagaimana spirit Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang (#AARS). Di ruang itu, Bobby Liow menanamkan nilai: bahwa pelayanan yang prima dan humanis bukan hanya slogan, melainkan napas dari setiap langkah ASN di lapangan.

Menutup rapat, Lurah Bobby menyerukan pesan sederhana namun menggugah, “Kinerja yang baik bukan soal penilaian atasan, tetapi soal kesadaran diri.” Kalimat itu menggema, menembus batas ruang kerja, menjadi gema moral bagi setiap ASN yang hadir. Evaluasi kinerja bulan November ini pun menjadi pijakan penting bagi capaian kinerja tahun 2026 — bukan hanya untuk memenuhi target administratif, tetapi untuk memastikan bahwa setiap tindakan birokrasi berakar pada nilai kejujuran dan tanggung jawab. Batu Kota pun mencatat momen itu sebagai bukti bahwa kepemimpinan bisa lahir dari keteladanan, bukan sekadar jabatan.

//VIT*