Sekda Boltim Tegaskan Disiplin ASN, Apresiasi Kinerja Aparatur yang Antar Daerah Bebas Sanksi DAU

Avatar photo
Ket Foto : Sekda Boltim M. Iksan Pangalima memimpin apel kerja ASN di halaman Kantor Bupati Boltim, Senin (2/2/2026), menegaskan disiplin aparatur sekaligus menyampaikan capaian daerah yang bebas sanksi DAU. (Ist)

Apel kerja awal Februari menjadi momentum konsolidasi aparatur sekaligus penguatan tata kelola pemerintahan di Bolaang Mongondow Timur.

BOLTIM, NyiurNews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, M. Iksan Pangalima, memimpin apel kerja aparatur sipil negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati Boltim, Senin (2/2/2026), dengan dua pesan utama: penegakan disiplin birokrasi dan apresiasi atas capaian pengelolaan keuangan daerah. Apel tersebut digelar mewakili Bupati Boltim sebagai bagian dari penguatan kinerja aparatur di awal bulan kerja Februari.

Ket Foto : Sekda Iksan Pangalima saat memberikan arahan kepada ASN Boltim, mengajak aparatur menjaga integritas dan profesionalisme demi pelayanan publik yang lebih baik. (Ist)

Dalam arahannya, Iksan menegaskan bahwa disiplin ASN harus ditegakkan secara konsisten dan berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyampaikan instruksi Bupati agar seluruh perangkat daerah menjaga profesionalisme serta kepatuhan terhadap regulasi sebagai fondasi pelayanan publik. Pada kesempatan yang sama, Sekda juga mengumumkan kabar strategis bagi daerah: Kabupaten Boltim tidak termasuk dalam wilayah yang dikenai sanksi penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) Februari 2026. “Ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja kolektif ASN yang menjaga administrasi dan kinerja pemerintahan tetap berjalan baik,” ujar Iksan.

Ket Foto : Momentum apel kerja awal Februari dimanfaatkan Pemkab Boltim untuk memperkuat soliditas ASN dan mengapresiasi kinerja birokrasi yang berdampak pada stabilitas keuangan daerah. (Ist)

Sekda mengungkapkan, Bupati Boltim secara langsung menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atas dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan. Ia pun mengajak jajaran birokrasi menjaga soliditas, integritas, serta etos kerja di tengah dinamika pemerintahan daerah. Menutup apel, Iksan menegaskan bahwa awal Februari harus menjadi momentum peningkatan kinerja. “Kita jadikan disiplin sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban. Jika kita konsisten bekerja dengan baik, maka Boltim akan terus bergerak maju dan dipercaya,” tegasnya.

“Keberhasilan ini harus kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh ASN tetap fokus, solid, dan bekerja dengan hati. Disiplin adalah kunci, integritas adalah kekuatan, dan pelayanan adalah tujuan kita kepada masyarakat Boltim,” kata M. Iksan Pangalima.

//VIT*