Rapat Koordinasi TP3S menjadi momentum evaluasi kinerja 2025 sekaligus pintu masuk perencanaan strategis penurunan stunting tahun 2026 berbasis analisis situasi.
BOLTIM, NyiurNews.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menegaskan komitmennya memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), Rabu (4/2/2026), di Aula Kantor Bupati Boltim. Forum ini menjadi titik temu evaluasi pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025 sekaligus pembukaan Tahapan I Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2026 yang berfokus pada analisis situasi. Rapat secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Boltim, M. Iksan Pangalima, mewakili Bupati Oskar Manoppo.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Iksan Pangalima, ditegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap program benar-benar berdampak pada penurunan prevalensi stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Pemerintah Kabupaten Boltim, kata Bupati, secara resmi memulai Tahapan I Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2026 sebagai fondasi perencanaan intervensi yang lebih terukur. “Analisis situasi harus akurat, berbasis data, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari desa hingga kabupaten agar intervensi tepat sasaran,” demikian pesan yang disampaikan. Kegiatan ini dihadiri Tim TP3S Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Murphy E. K. Kuhu, Asisten III Setda Boltim Hardiman Pasambuna, unsur Forkopimda Boltim, pimpinan OPD terkait, jajaran TP-PKK Boltim, serta seluruh camat dan sangadi se-Kabupaten Boltim.

Rangkaian rapat dilanjutkan dengan pemaparan data stunting per kecamatan, evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi 2025, serta pemetaan arah kebijakan penanganan stunting periode 2026–2028 oleh Tim TP3S Provinsi Sulut. Menutup agenda, Sekda M. Iksan Pangalima menegaskan bahwa Pemkab Boltim akan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan konsisten hingga tingkat desa. “Stunting tidak bisa diselesaikan dengan kerja sektoral. Dibutuhkan kesatuan langkah, kedisiplinan data, dan keberanian mengambil keputusan berbasis fakta. Pemerintah daerah siap memimpin orkestrasi ini agar target penurunan stunting Boltim tercapai secara berkelanjutan,” ujar Iksan.
//VIT*













