Wali Kota Andrei Angouw Tekankan Sinkronisasi Data dan Pencegahan Berbasis Lingkungan, Kapolresta Tegaskan Tindakan Tegas bagi Pelaku
MANADO, NyiurNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang dipimpin Wali Kota Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang menggelar rapat penyelesaian tawuran antar kelompok anak muda di Gedung Serbaguna Pemkot Manado, Jumat (13/2/2026). Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, Sekretaris Daerah Steaven Dandel, serta unsur TNI, perangkat kecamatan dan kelurahan, hingga tokoh masyarakat Sindulang. Pertemuan ini menegaskan pendekatan kolaboratif lintas sektor dalam merespons dinamika keamanan yang belakangan terjadi di Kelurahan Sindulang I.
Dalam arahannya, Wali Kota Andrei menekankan pentingnya sinkronisasi data antara kepolisian dan pemerintah hingga tingkat lurah dan kepala lingkungan agar penanganan lebih presisi. “Kalau sudah ada data dari kepolisian, kita sinkronkan dengan data lurah, kepala lingkungan, dan tokoh masyarakat. Fokus pada nama-nama tersangka. Otak dan provokator harus diamankan dan diberi efek jera,” ujarnya. Selain penegakan hukum yang tegas dengan penerapan pasal maksimal bagi pelaku yang terbukti bersalah, Pemkot juga menyiapkan langkah preventif melalui pemasangan lampu penerangan jalan dan CCTV di titik rawan, termasuk mendorong partisipasi warga. Wakil Wali Kota Richard Sualang menambahkan, penguatan koordinasi di tingkat wilayah menjadi kunci agar pencegahan berjalan berkelanjutan dan tidak bersifat reaktif.
“Pemkot Manado menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum dan masyarakat demi memastikan setiap persoalan keamanan ditangani secara terstruktur, transparan, dan berkeadilan, guna menjaga Manado tetap kondusif dan ramah bagi seluruh warganya.”
Sementara itu, Kapolresta Irham Halid menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dikategorikan sebagai tawuran antar kelompok anak muda, bukan konflik antar kampung. Insiden terakhir pada Rabu (11/2/2026) di Sindulang I disebut sebagai kejadian berulang, terutama antara lingkungan 2 dan 4. Ia menyoroti keterlibatan usia sekolah yang terprovokasi melalui media sosial serta adanya hambatan saat aparat melakukan pengamanan. “Saya tegaskan kepada Kasat Reskrim untuk melakukan tindakan tegas di tempat terhadap pelaku guna memberikan efek jera,” katanya.
Kapolresta memastikan, jika alat bukti telah cukup dan tersangka ditetapkan, berkas perkara akan dilimpahkan ke kejaksaan. Sinergi antara Pemkot dan Polresta ini menjadi pesan kuat bahwa stabilitas keamanan Kota Manado dijaga melalui langkah terukur—tegas dalam penindakan, namun sistematis dalam pencegahan.
Langkah terpadu yang ditunjukkan Pemkot dan Polresta Manado memperlihatkan keseriusan pemerintah dan aparat dalam merespons keresahan publik. Konsistensi implementasi di lapangan akan menjadi penentu efektivitas upaya ini dalam membangun rasa aman yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
//VIT*













