MINSEL, NyiurNews.com — Ancaman bencana alam membayangi warga Desa Sapa Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. Tambalan tanah di bantaran sungai wilayah Jaga III, tepat di perbatasan Jaga II dan Jaga III, dilaporkan dalam kondisi rawan jebol akibat terjangan angin kencang dan curah hujan tinggi yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis subuh (26/2).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai—sedikitnya tujuh kepala keluarga—dilanda ketakutan sepanjang malam. Posisi rumah yang berada sangat dekat dengan sungai memperbesar potensi luapan air. Jika tanggul darurat tersebut jebol, air diperkirakan dapat mengalir hingga ke Jaga II, kawasan dengan jumlah penduduk lebih padat. Kondisi ini dinilai membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan lintas instansi dari pemerintah desa dan pemerintah kabupaten.
Aktivis Sulawesi Utara Om Lole secara tegas mendesak Pemerintah Desa Sapa Barat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi I agar segera turun langsung ke lokasi. Menurutnya, kondisi sungai yang bermuara langsung ke pantai (mulut sungai/kuala) membuat ancaman semakin kompleks karena dipengaruhi arus laut dan abrasi.
“Ini bukan sekadar retakan tanah biasa. Posisi sungai dan pantai yang berdekatan memperbesar risiko banjir, longsor bantaran, hingga abrasi. Jangan menunggu korban baru bergerak,” tegas Om Lole.
Ia juga menyoroti peran strategis Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, khususnya dalam pengendalian daya rusak air, yang mencakup pencegahan dan penanganan banjir, longsor di area sungai, serta abrasi pantai. Om Lole menilai langkah cepat berupa inspeksi lapangan, penguatan tanggul sementara, dan rencana teknis jangka pendek mutlak diperlukan demi keselamatan warga.
Sorotan tajam turut diarahkan kepada Bupati Minahasa Selatan agar tidak menutup mata terhadap ancaman nyata yang dihadapi masyarakat Desa Sapa Barat. Situasi ini juga diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara guna memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif dan respons darurat segera dilakukan.
//Ilham SSch*













