Andrei Angouw: Menyalakan Semangat Demokrasi, Menyulut Api Pengabdian dari Makna Hari Pahlawan

Avatar photo
Ket Foto:Wali Kota Manado Andrei Angouw membuka kegiatan Penguatan Kapasitas dan Pengawasan Ormas dengan semangat kebangsaan di Hotel Gran Puri.(Foto:Istimewa)

Dari Hotel Gran Puri Manado, gema perjuangan berpadu dengan pesan kebangsaan: membangun ormas yang tangguh, demokrasi yang berjiwa, dan kota yang berkarakter.

NyiurNews.Com ▬ Senin,,10 November 2025, Manado seolah bernafas dengan udara sejarah. Di tengah gema Hari Pahlawan yang mengalun di hati bangsa, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, berdiri di hadapan peserta kegiatan Penguatan Kapasitas dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Di ruang berpendingin Hotel Gran Puri, suasana hangat bukan karena suhu, tetapi karena pancaran semangat kebangsaan yang menyala. Ia tidak sekadar membuka kegiatan — ia menyalakan kembali obor nilai-nilai demokrasi dalam jiwa yang mungkin mulai padam oleh rutinitas birokrasi.

“Semangat para pahlawan harus kita jadikan inspirasi untuk terus berbuat bagi masyarakat,” ucapnya tegas, seperti menabuh genderang kesadaran. Kata-kata itu tidak berhenti di telinga; ia bergetar, menembus logika dan menggelitik nurani. Andrei tidak berbicara tentang masa lalu yang beku, melainkan tentang bagaimana demokrasi hari ini harus dijalankan dengan hikmat — sebagaimana sila keempat Pancasila yang menjadi jiwa bangsa. Di matanya, organisasi kemasyarakatan bukan sekadar entitas sosial, melainkan penjaga nadi demokrasi yang hidup di tengah denyut Kota Manado.

Dan ketika Wali Kota menutup sambutannya dengan harapan agar hasil kegiatan dapat memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan Kota Manado, tepuk tangan panjang terdengar seperti irama tekad yang disepakati bersama. Di ruangan itu hadir pula Kadiv Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Sulut Marsono, Kajari Manado Fanny Widyastuti, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Manado Drs. Sonny Takumansang. Momen itu bukan sekadar seremoni — melainkan refleksi pahlawan modern, mereka yang berjuang bukan dengan senjata, melainkan dengan gagasan, dedikasi, dan kejujuran untuk Manado yang lebih maju, lebih beradab, lebih manusiawi.

//VIT*