“Berbagai program unggulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses, kualitas, dan dapat menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha (link and match),” tutur Sri Mulyani.
Sebelumnya, presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku optimistis bahwa APBN dapat membiayai program makan siang dan susu gratis. Prabowo mengatakan, pihaknya telah melakukan studi terkait kebutuhan anggaran program tersebut, meskipun tidak membeberkan angkanya secara detail.
Ia bahkan mengklaim, pelaksanaan program makan siang gratis dapat dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan kas negara, ditandai dengan defisit anggaran yang dijaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Pertahanan itu menjelaskan, Indonesia selama ini sudah terbiasa untuk mengelola kebijakan fiskalnya dengan hati-hati, di mana pemerintah berupaya untuk menjaga defisit antara pendapatan dan belanja negara dapat dijaga di bawah 3 persen.
Terjaganya kas negara pun ditandai dengan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang rendah, bahkan disebut menjadi salah satu yang terendah di antara negara lain.
“Jadi saya pikir ini waktunya lebih berani, dengan tetap menjalankan good governance,” katanya.
Sebagai informasi, berdasarkan hitung-hitungan Tim Kampanye Nasional Prabowo – Gibran, kebutuhan anggaran tahp pertama untuk program makan siang gratis berada di kisaran Rp100 triliun-Rp 120 triliun. (*)













