Terpisah, di Kabupaten Minahasa Kepala BPBD Minahasa Lona Wattie mengatakan, dari bencana longsor dan banjir tersebut terdampak beberapa rumah dan lahan pekuburan.
Kendati begitu, ia menyebut, sampai saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untuk langkah-langkah yang dilakukan kita telah berkoordinasi dengan pimpinan, dan menerjunkan Tim Reaksi Cepat, serta mempersiapkan alat yang di butuhkan kemudian menuju lokasi kejadian,” jelas Lona.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa.
“Kalau bisa tetap berada dirumah, dan segera mengevakuasi diri sementara manakala berada di daerah yang rawan longsor dan banjir,” tandas Kaban BPBD.
Kepala Basarnas Manado George Mercy Randang mengakui pihaknya menyiagakan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang kesiapsiagaan bencana.
“Kesiapan alat dan personil sangat diutamakan, sehingga respon time dapat tercipta. Tidak hanya himbauan kesiapsiagaan kepada seluruh personil,” jelasnya Rabu (26/6/2024).
Dia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan setiap peringatan dini dan aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah maupun Instansi terkait, sehubungan dengan situasi dan kondisi ekstrem yang sedang terjadi di daerah masing-masing.
“Amati dan memperhatikan titik lokasi potensi terjadinya bencana” ujarnya.
Menurutnya dengan bantuan dan kerjasama yang baik dari pemerintah, instansi terkait dan seluruh elemen Masyarakat, Basarnas dapat mencapai Respon Time dalam mengantisipasi dan memininalisir Kondisi Membahayakan Manusia. (*)













