Sekda Iksan Pangalima tegaskan agenda penguatan akuntabilitas sebagai arah kepemimpinan Bupati Boltim.
MANADO, NyiurNews.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memulai langkah sistematis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dan Manajemen Risiko Indeks (MRI) bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Kegiatan yang berlangsung delapan hari di Hotel Aston Manado ini dibuka oleh Sekretaris Daerah, M. Iksan Pangalima, mewakili Bupati Boltim, dan diikuti sekitar 70 peserta dari OPD. Kehadiran peserta dalam jumlah besar mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pengawasan internal.

Dalam sambutannya, Iksan Pangalima menekankan pentingnya SPIP Terintegrasi dan MRI sebagai instrumen untuk menjaga arah pembangunan tetap akuntabel. Ia menegaskan bahwa penguatan sistem pengendalian intern merupakan bagian dari visi besar Bupati Boltim dalam menata pemerintahan yang bersih, transparan, dan efektif. “Transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas yang bersifat holistik adalah fondasi utama membangun Boltim. SPIP dan MRI wajib diterapkan di setiap OPD sebagai tolok ukur kematangan tata kelola,” ujarnya.
Ketua Perwakilan BPKP Sulawesi Utara, Heru Setiawan, menyampaikan bahwa integrasi SPIP dan MRI akan membantu pemerintah daerah mengidentifikasi risiko serta meminimalisasi potensi penyimpangan. Melalui program ini, OPD dituntut tidak hanya memahami kerangka pengawasan, tetapi juga menginternalisasikannya dalam setiap proses kebijakan. Keikutsertaan langsung Sekda serta jajaran pimpinan OPD menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boltim menempatkan pembenahan tata kelola sebagai agenda strategis yang dijalankan secara berkelanjutan.
//VIT*













