Dekker Mamusung Pastikan Tidak Ada BBM dan Sianida, Pemeriksaan APH Jadi Bukti

Avatar photo
Ket foto : Dekker Mamusung menolak tegas narasi miring dan mengingatkan pentingnya etika serta verifikasi dalam kerja jurnalistik. (Ist)

Mantan Anggota DPRD Minahasa Tenggara menilai tudingan penimbunan BBM dan bahan kimia berbahaya sebagai opini liar tanpa konfirmasi, serta menegaskan keterbukaan penuh kepada aparat penegak hukum.

Minahasa Tenggara, NyiurNews.com – Mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara, Dekker Mamusung, secara tegas membantah pemberitaan sejumlah media yang menuding adanya penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia berbahaya seperti sianida (CN) di rumah tinggalnya. Ia menyebut informasi tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga bertentangan dengan prinsip dasar jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, karena disajikan tanpa verifikasi dan konfirmasi yang memadai.

Saat dikonfirmasi Media NyiurNews.com Via Ponsel (WA) , Dekker menilai narasi yang berkembang sebagai konstruksi opini tanpa fakta lapangan. Ia menegaskan tidak pernah memiliki gudang BBM maupun sianida, serta membantah keras dikaitkan dengan aktivitas pertambangan di kawasan Kebun Raya. Pemeriksaan langsung oleh aparat penegak hukum, menurut Dekker, telah membuktikan tidak ditemukannya BBM maupun bahan kimia berbahaya, selain beberapa jerigen kosong. “Tidak masuk akal barang mahal dan berisiko tinggi disimpan di teras atau rumah tinggal. Semua sudah diperiksa, dan hasilnya jelas,” ujarnya.

Dekker menegaskan rumahnya selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin memastikan kebenaran, sebagai bentuk sikap kooperatif dan penghormatan terhadap hukum. Ia mengingatkan pers agar mematuhi asas praduga tak bersalah, serta kewajiban koreksi dan klarifikasi sebagaimana diatur dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. “Saya tidak anti kritik, tapi kebenaran harus dijaga. Wartawan wajib memastikan apa yang dilihat dan didengar, bukan membangun narasi liar yang merusak nama baik,” tegasnya, seraya menyatakan siap menempuh langkah hukum demi menjaga integritas pribadi dan kepercayaan publik.

“Saya percaya pers adalah mitra demokrasi, bukan alat pembunuhan karakter. Selama kebenaran ditegakkan dan hukum dihormati, saya akan selalu terbuka dan berdiri di jalur yang benar.” UjarNya

//VIT*