MANADO, NyiurNews.com β Duka mendalam menyelimuti tanah tambang Tatelu, Minahasa Utara. Sosok visioner yang telah menorehkan jejak sejarah panjang dalam dunia pertambangan Sulawesi Utara, Bapak William Kambey, tutup usia di umur 87 tahun, Selasa (29/7/2025), di Desa Tatelu Raya, Jaga 2. Dikenal luas dengan sapaan akrab Pak Wangke, almarhum bukan hanya pelopor tambang rakyat, tetapi juga penjaga kearifan lokal yang hingga akhir hayatnya tetap mempertahankan seluruh aset pribadinya demi warisan moral bagi generasi mendatang. Dalam sunyi yang penuh hormat, masyarakat mengingat beliau sebagai figur tangguh yang tak tergoda menjual nilai demi keuntungan sesaat. Sosoknya telah menjadi simbol perlawanan terhadap komersialisasi tak beretika dalam ruang hidup masyarakat lingkar tambang.
Ketua Masyarakat Lingkar Tambang Minahasa Utara, Sanny Warouw, S.Th, secara tegas menyampaikan rasa duka yang mendalam. Dalam pernyataannya, ia menyebut almarhum sebagai βpilar moral dan panutan hidupβ yang mewakili integritas, keberanian, dan kesetiaan terhadap tanah leluhur. Warouw tidak hanya menyampaikan empati, tetapi juga menitipkan penghormatan tulus kepada istri dan keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa kepergian Pak Wangke bukan sekadar kehilangan personal, tetapi retaknya satu pilar sejarah lokal yang selama ini menjadi cermin keteladanan dalam dunia pertambangan rakyat. “Pak Wangke adalah suara nurani dalam diamnya logam mulia. Sosok langka yang tak tergantikan dalam lembaran sejarah masyarakat tambang,” ungkap Warouw dengan nada penuh hormat dan elegansi.
(Don/**)













