Gubernur Yulius & Kadis Wilhelmina Buka Peta Jalan Ketahanan Pangan Sulut: Dari Hulu Menuju Kedaulatan

Avatar photo
Dalam podcast eksklusif bareng Om Lole & Om Petu, Kadis Pertanian Sulut Wilhelmina Pangemanan beberkan strategi besar Gubernur Yulius Selvanus untuk wujudkan Sulut sebagai model kedaulatan pangan Indonesia Timur. (Dok.NyiurNews.com)

Dalam podcast eksklusif bersama Om Lole dan Om Petu, Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut, Wilhelmina Pangemanan, mengungkap strategi besar Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dalam meletakkan fondasi transformasi pertanian Sulut. Mulai dari distribusi benih unggul, modernisasi alat tanam, hingga gerakan tanam organik, inisiatif ini disiapkan untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai model kedaulatan pangan berkelanjutan di Indonesia Timur.

Manado, NyiurNews.com | 11 Juni 2025 — Sebuah atmosfer intelektual dan penuh visi menyelimuti ruang kerja Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara pagi ini. Di tengah tantangan global akan krisis pangan dan perubahan iklim, podcast Nyiur TV yang digawangi oleh dua figur karismatik, Om Lole dan Om Petu, menjadi medium penting yang mempertemukan kebijakan strategis dengan semangat rakyat. Dalam perbincangan eksklusif bersama Kadis Wilhelmina Pangemanan, narasi besar tentang program YSK-VICTORY milik Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, mengemuka sebagai jawaban konkret atas kegelisahan publik tentang ketahanan pangan.

Podcast ini bukan sekadar ruang bincang santai—ia adalah panggung strategis yang menjahit kembali benang merah antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil di lapangan. Om Lole dan Om Petu, dengan gaya bertutur yang cerdas namun membumi, berhasil menggali esensi kepemimpinan Yulius Selvanus: visioner, sistematis, dan menyentuh hingga akar rumput. Ditegaskan Kadis Wilhelmina, kedaulatan pangan Sulawesi Utara tidak hanya menjadi simbol ketahanan bangsa, tetapi juga bagian integral dari narasi hijau “Dataran Hijau, Langit Biru, Laut Biru”—sebuah visi ekologis sang Gubernur yang menjulang namun membumi. Program seperti bantuan benih jagung untuk lebih dari 20 ribu hektar lahan serta Gerakan Marijo Batanam Organik mencerminkan komitmen kuat pemerintah provinsi dalam membangun pertanian berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Di ujung percakapan, terngiang pesan kuat yang menyentuh hati: “Tanam apa yang kita makan, makan apa yang kita tanam.” Sebuah ajakan tulus Gubernur Yulius Selvanus yang bukan sekadar slogan, tetapi cetak biru kesadaran kolektif. Dalam situasi iklim yang tak menentu dan dinamika pangan yang rentan, Om Lole dan Om Petu—dengan caranya yang khas dan menyentuh—telah menyalakan obor literasi pertanian yang berakar pada kebijakan, namun merambat ke dalam nurani rakyat. Podcast ini bukan hanya rekaman suara, melainkan napas masa depan Sulut yang sedang dibentuk hari ini—dengan kerja, doa, dan visi yang tajam. (Om Lole/*)