SITARO, NYIURNEWS.COM – Radius 10 Km dari Gunung Api Ruang di Sitaro wajib steril dari masyarakat. Penegasan ini disampaikan Gubernur Prof Dr (HC) Olly Dondokambey untuk mengantisipasi adanya korban jiwa akibat erupsi gunung berapi tersebut.
Gubernur mengungkapkan, gerak cepat dilakukan Pemprov Sulut untuk meminimalisasi ancaman bencana.
“Pemerintah daerah setempat bersama BPBD Sulut telah menyiapkan jalur evakuasi. Bahkan, menyiagakan kapal untuk mempercepat evakuasi warga ke lokasi pengungsian yang aman,” ujar gubernur.
Diketahui, Gunung Api Ruang secara berulang dari mulut kawah gunung mengeluarkan api, awan panas, dan disertai adanya petir. Sebanyak 838 wargayakni dari Kampung Pumpente 506 orang dan Kampung Laingpatehi 332 orang yang bermukim di Pulau Ruang telah berhasil dievakuasi.
Gunung Api Ruang Kabupaten Kepulauan Sitaro kini telah naik tingkat aktivitasnya dari Level II (Waspada) Ke Level III (Siaga).
Gunung Api Ruang menunjukkan kenaikan aktivitas berupa Gempa Vulkanik dalam yang signifikan dibandingkan bulan Maret 2024 yakni tercatat pada 10 April (sebanyak 4 kali), 11 April (5 kali), 12 April (6 kali), 13 April (17 kali), 14 April (23 kali), 15 April (146 kali), dan 16 April sampai pukul 12.00 WITA (198 kali) dan 2 kali Gempa Tektonik Jauh.
Julius Ramopolii selaku Pos Pengamatan Gunung Api Ruang mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang tersebut.
“Maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 16 April 2024 pukul 16.00 WITA,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan di sekitar Gunung Api Ruang tetap waspada.
“Kami himbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati kawah aktif pada radius 4 km untuk menghindari potensi bahaya gas beracun,” tuturnya.
Pada 16 April 2024, pukul 23.30 WITA, sebagian masyarakat yang berada di 2 (dua) kampung (Kampung Pumpente dan Kampung Laingpatehi) di Pulau Ruang perlahan mulai dievakuasi menggunakan Perahu Pamo serta sebagian masyarakat yang memiliki perahu pribadi bergerak menuju ke Pulau Tagulandang melalui Pantai Taman Mandolakang Tagulandang.













