Gunung Api Ruang Naik Status Awas, Radius 10 Km Disterilkan

Avatar photo
Erupsi Gunung Api Ruang di Kabupaten Sitaro. (Istimewa)

Camat Tagulandang Noubert Sakendatu tengah berkoordinasi dengan Kapitalau (Kepala Desa) Kampung Pumpente dan Kapitalau Kampung Laingpatehi dan memperoleh informasi bahwa sebagian masyarakat masih berada di dua kampung tersebut karena tidak memiliki perahu untuk mengungsi ke Pulau Tagulandang.

Selanjutnya pihak Camat Tagulandang dan Polsek Tagulandang melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar Tagulandang untuk melakukan upaya evakuasi terhadap masyarakat yang masih berada di Pulau Ruang.

Dan pada Pukul 01.25 WITA, Rabu (17/04/24), KMP bergerak dari Pelabuhan Tagulandang menuju Pulau Ruang. Selanjutnya, setelah tiba di Pulau Ruang langsung dilaksanakan evakuasi warga. Pukul 01.30 WITA terjadi letusan Gunung Api Ruang yang disertai dengan semburan api dan petir. Setelah selesai melakukan evakuasi, KMP Lohoraung langsung berangkat dari Pulau Ruang.

Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro Sonny Belseran mengatakan saat ini masyarakat dari Kampung Pumpente dan Kampung Laingpatehi ditempatkan di Aula Pendopo Kantor Camat Tagulandang sebagai tempat penampungan sementara.

“Pemkab Sitaro telah menyiapkan berbagai lokasi penampungan warga, antara lain Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang, dan Balai Pertemuan Umum Kecamatan Tagulandang. Selain itu, rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara akan difungsikan sebagai alternatif menampung warga jika diperlukan perluasan dampak erupsi.” Jelasnya.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Prof DR (HC) Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) langsung gerak cepat.

Gubernur Olly langsung memerintahkan Pj Bupati Sitaro Joi Oroh untuk sesegera mungkin berkoordinasi dengan BMKG, BPBD dan Basarnas Kepulauan Sitaro untuk terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Api Ruang sebagai antisipasi terjadinya perluasan dampak erupsi.

“Kami minta untuk segera mengoptimalkan mitigasi, evakuasi serta penanganan dampak bencana alam di wilayah Provinsi Sulut khususnya erupsi Gunung Api Ruang” ujar Gubernur Olly.