Josua Liow Bongkar Kunci Sukses Program Makanan Gratis Presiden Prabowo!

Avatar photo
Josua Liow (Ketua PELSIS Sulut) Ungkap Rahasia Sukses Program Makan Gratis Prabowo!

Ketua PELSIS Sulut Ingatkan Prabowo: Hati-Hati, Program Ini Bisa Gagal!

MANADO | NYIURNEWS.com –Kamis, (6/2) 2025 – Program Makanan Bergizi Gratis yang diusung Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan tajam dari Ketua Pelayanan Siswa Kristen Sulawesi Utara (PELSIS Sulut), Josua Liow. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kebijakan ini harus dimulai dari daerah yang paling rentan terhadap rawan pangan, yakni pedesaan dan kepulauan. Menurutnya, pendekatan yang tepat akan menentukan keberhasilan program ini, bukan sekadar seremoni atau proyek berbasis anggaran semata.

Josua mengingatkan bahwa program ini adalah langkah mulia, tetapi harus dikelola dengan baik dan tidak boleh diberikan kepada kelompok tertentu yang hanya mengejar kepentingan pribadi. Ia menekankan bahwa program ini seharusnya dikendalikan langsung oleh Badan Gizi Nasional, agar transparansi dan efektivitasnya terjamin. Lebih dari itu, keterlibatan orang tua murid dan masyarakat lokal dalam pengelolaan makanan bergizi gratis harus menjadi prioritas utama.

“Belajar dari kegagalan proyek Inpres Desa Tertinggal yang hanya menjadi proyek tanpa dampak nyata, kita harus menghindari jebakan pendekatan trickle-down effect yang justru memperdalam kemiskinan desa. Jangan sampai anggaran ratusan miliar untuk stunting hanya habis untuk rapat dan seremoni tanpa hasil nyata,” tegas Josua. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak boleh dikotori oleh birokrasi yang berbelit, sebab jika program ini dikuasai oleh sistem yang terlalu administratif, maka esensi utamanya bisa hilang.

Lebih lanjut, Josua menyoroti pentingnya community development atau pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Ia mengingatkan agar program ini tidak diseret ke dalam pusaran proyek infrastruktur yang tidak perlu. “Jangan sampai yang lebih menonjol malah bangunan penunjang baru, sementara substansi utama -makanan bergizi gratis – justru dikesampingkan,” kritiknya tajam. Baginya, yang terpenting adalah memastikan bahwa program ini benar-benar sampai ke anak-anak di daerah yang paling membutuhkan.

Josua juga mengusulkan agar pelaksanaan program dilakukan bertahap, dengan prioritas awal diberikan kepada sekolah-sekolah di desa dan kecamatan. “Di perkotaan, program ini bisa diterapkan di tahap selanjutnya, kecuali di wilayah dengan angka putus sekolah tinggi atau daerah kumuh yang rawan gizi buruk,” paparnya. Ia yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat, program ini akan menjadi legasi besar bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan solusi nyata bagi anak-anak Indonesia.

Saya sangat mengapresiasi program ini, tetapi sukses atau gagalnya sangat tergantung pada tata kelola yang benar. Jika dijalankan dengan benar, ini akan menjadi tonggak sejarah yang membanggakan. Tetapi jika hanya jadi proyek seremonial, maka sejarah akan mencatatnya sebagai kegagalan terbesar.” tutup Josua dengan penuh harapan.

Penulis: Donny Liow.

Editor: Donny Liow.