Manado, NyiurNews.com —Narasi menyesatkan yang disiarkan oleh salah satu media lokal terkait pemasangan portal di Lingkungan IV, Tikala Baru, tak ubahnya sebuah drama murahan yang diproduksi oleh oknum wartawan yang tak memahami etika jurnalistik. Pemberitaan yang menuduh Kepala Lingkungan IV, Jerry Liow, “cuci tangan” dalam persoalan portal bukan hanya keliru, tapi sarat rekayasa dan aroma propaganda pesanan yang mencoreng marwah profesi pers. Tanpa konfirmasi, tanpa verifikasi, media yang menaikkan berita tersebut memperlihatkan wajah asli jurnalisme abal-abal—bermental bodrex—yang menjual isu murahan demi pesanan sesaat.

Fakta di lapangan berbicara lantang dan tak terbantahkan. Pemasangan portal di wilayah tersebut justru merupakan buah mufakat lebih dari 80% warga, yang digagas demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari kejahatan jalanan serta potensi gangguan sosial. Jerry Liow, Kepala Lingkungan IV, justru mendapat apresiasi warga karena keberaniannya mengambil langkah preventif untuk memagari keamanan lorong. Tokoh-tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu rumah tangga bersatu padu mendukung inisiatif tersebut. Portal bukanlah penghalang ekonomi, melainkan tameng keamanan—menyaring akses keluar masuk agar kampung tak menjadi ladang empuk bagi pelaku kriminal dan premanisme yang belakangan marak.
Pemberitaan tendensius yang disebar oleh oknum wartawan KJ hanya menambah keruh suasana, memecah belah harmoni warga, dan menodai nilai luhur profesi wartawan sejati. Tanpa tabayyun, tanpa keberimbangan, dan tanpa malu memperdagangkan berita bohong, oknum ini seolah sedang menjalankan misi bayaran untuk mengacaukan tatanan sosial yang sudah kondusif. Warga bahkan mempertanyakan: siapa aktor di balik layar yang mendorong agitasi picik semacam ini? Sikap “cuci tangan” justru bukan milik Jerry Liow, melainkan milik mereka yang mengabaikan kode etik, mengumbar hoaks, dan menjadikan pers sebagai alat provokasi murahan. Kepada masyarakat, mari jernihkan cara berpikir: jangan biarkan berita palsu menjadi virus yang merusak tatanan sosial dan kepercayaan kepada pemimpin lokal yang bekerja tulus demi keamanan bersama. (Om Lole /**)













