Opini  

Menyongsong Pilkada 2024: Mencari Figur Kepemimpinan Yang Bukan Mantan Koruptor, Jangan Lihat Janjinya, Tapi Lihat Rekam Jejak Perbuatannya

Avatar photo
Ilustrasi. (ist)

Opini : Oleh Om Lole.

Dalam memilih pemimpin, janganlah memilih hanya sekadar popularitas dan pencitraan saja. Jangan pula hanya melihat janjinya, tapi lihat rekam jejak perbuatannya. Pemimpin juga harus bersih,aspiratif, bukan mantan koruptor dan bisa menjadi problem solver.

nyiurnews.com – Pilkada 2024 sudah didepan mata, saat nya rakyat memilih. Mencari figur kepemimpinan yang bersih dan konsisten mengawal dan memastikan semua program pembangunan, terutama infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian sebagai aset penting di daerah tetap berjalan sesuai perencanaan.

Penting untuk menilai calon pemimpin bukan hanya dari popularitas atau janji-janji politik, tetapi dari visi mereka untuk kemajuan daerah.

Steven Kandouw misalnya, Penulis sangat kagum dan mengapreasiasi sikap politik dan kedewasaan berdemokrasi yang ditunjukkan Wakil Gubernur Steven Kandouw, yang adalah contoh nyata seorang pemimpin yang bekerja keras untuk mewujudkan perubahan di Sulawesi Utara.

Dalam konteks Pilkada 2024 yang semakin dekat, baik masyarakat umum, pemilih, maupun kandidat harus fokus pada visi yang konkret dan terukur. Visi yang jelas menjadi landasan kuat bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Pilihlah pemimpin yang benar-benar memiliki visi untuk kemajuan daerah. Hindari politik uang atau janji-janji yang tidak realistis. Dukung program-program pembangunan yang sudah berjalan dan pastikan pemimpin terpilih mampu melanjutkan dan meningkatkan program tersebut.

Menyongsong Pilkada 2024, yang kita perlukan adalah pemimpin yang berjiwa kenegarawanan. Seorang pemimpin bukan hanya sekadar politisi yang hanya memiliki pemikiran jangka pendek. Seorang pemimpin yang baik itu yang memiliki pemikiran jangka panjang, dan memikirkan the next generation.

Pilkada Sulut 2024 nanti merupakan critical point untuk masa depan Bumi Nyiur Melambai. Artinya, Jika kita salah dalam memilih pemimpin yang benar, maka kita akan jatuh ke jurang yang besar.

Jangan Terjebak Fanatisme Buta dalam Politik!

Kasta terendah dalam Pemilu adalah kelompok pendukung dan simpatisan buta yang miskin literasi tapi fanatik pada figur yang tidak memiliki track record prestasi pemerintahan.

Apalagi kalau-kalau mendukung mantan koruptor yang hanya mahir bermain kata-kata di media sosial. Kelompok masyarakat seperti ini tidak lebih dari kawanan pencundang yang tidak memiliki tanggung jawab membangun Negeri, tapi lebih condong mempertahankan ego dan gengsi.

Mereka suatu saat akan menyadari bahwa mereka pernah bodoh di suatu zaman karena salah memilih pemimpin. Pemimpin yang hanya lahir dan berprestasi di dunia maya, bukan dunia nyata.

Pemimpin yang miskin ide dan visi, tapi kaya dengan kata-kata pencitraan sosmed menggunakan isu-isu keimanan.

Pemimpin itu dilihat dari Track Record Prestasi Pemerintahan.

Marilah membangun Negeri dengan memilih pemimpin yang bersih dan sudah teruji.

SELAMAT MENYAMBUT PILKADA 2024, Cerdas Lah Dalam Menentukan Pilihan Anda!