MANADO | NYIURNEWS.com – Kamis, (6/2) 2025 – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan setelah maraknya kasus kenakalan siswa yang berujung pada intervensi orang tua melalui media sosial. Ketua PELSIS Sulut, Josua Liow, menegaskan bahwa guru sebagai pendidik harus mendapatkan perlindungan penuh dalam menjalankan tugasnya. “Pembinaan siswa oleh guru wajib dilindungi dalam batas kepatutan dan kewajaran. Jangan sampai tugas mulia guru justru dihalangi oleh ketidakseimbangan pemahaman,” ujar Josua Liow.
Belakangan ini, sejumlah kasus yang viral di media sosial menunjukkan bahwa intervensi berlebihan dari orang tua dapat berdampak buruk pada siswa, guru, bahkan citra sekolah. Publik pun mulai mempertanyakan sejauh mana peran sekolah dalam mengatur etika penggunaan media sosial bagi siswa dan orang tua. “Peristiwa yang seharusnya bisa diselesaikan secara internal kini menjadi konsumsi publik, menciptakan stigma negatif yang merugikan banyak pihak,” tambahnya.
Menurut Liow, tata tertib sekolah harus mencakup regulasi ketat mengenai penggunaan media sosial. Kesepakatan antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa sangat diperlukan agar tidak terjadi penyalahgunaan informasi yang dapat mencoreng nama baik institusi pendidikan. “Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter. Jika semua hal langsung diviralkan tanpa solusi yang bijak, maka integritas pendidikan bisa terancam,” tegasnya.
Ia juga mendesak Dinas Pendidikan untuk lebih proaktif dalam menangani isu-isu semacam ini sebelum berkembang liar di ranah digital. “Jajaran dinas harus turun tangan, memberikan kejelasan serta penyelesaian konkret agar polemik tidak berlarut-larut. Jangan sampai masalah kecil membesar hanya karena kurangnya komunikasi dan koordinasi,” paparnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa pendidikan membutuhkan sinergi dari semua pihak. Guru harus diberi ruang untuk membimbing dan mendidik tanpa tekanan dari pihak luar. Orang tua pun perlu memahami batasan dalam menyikapi persoalan sekolah agar tidak merugikan anak mereka sendiri. “Jika aturan tegas tidak diterapkan, maka kita sedang menggali kubur bagi wibawa pendidikan,” tutup Liow dengan nada serius.
Polemik ini harus menjadi refleksi bersama. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada individu, melainkan juga pada generasi mendatang. Kini saatnya sekolah, orang tua, dan pemerintah bahu-membahu untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, berwibawa, dan berorientasi pada masa depan bangsa.
Penulis: Donny Liow.
Editor: Donny Liow.













