Malam Pengucapan Tercoreng Ulah Oknum Kevin: Warga Minta Kumtua Poigar Satu Perintahkan Patroli dan Tindak Tegas Pelaku Keributan

Avatar photo
📸 Caption Foto: Kumtua Wanli Ngau bersama aparat Desa Poigar Satu, Sinonsayang, Minahasa Selatan, terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban kampung, khususnya dalam momentum Pengucapan Syukur 13 Juli 2025. Sinergi pemerintah desa dan masyarakat menjadi benteng harmoni dan ketenangan Desa Poigar. (Dok.NyiurNews.com)

POIGAR SATU, MINSEL┃NyiurNews.com — Malam menjelang Pengucapan Syukur yang seharusnya dipenuhi sukacita dan kedamaian, justru tercoreng oleh insiden yang sangat disayangkan. Sabtu malam, 12 Juli 2025, sekitar pukul 01.00–03.00 WITA, suasana tenang di Desa Poigar Satu, Kecamatan Sinonsayang, terganggu oleh ulah seorang pemuda berinisial KN alias Kevin, yang berteriak-teriak (ba kuku) di tengah malam dan diduga memancing keributan. Kejadian tersebut berlangsung di area pertigaan Jaga V, tepat di depan rumah Almarhum Denny Runtuwene, dan telah menimbulkan keresahan warga serta tamu yang datang berkunjung ke desa Poigar.

Tim redaksi NyiurNews.com dan komunitas Corong Masyarakat, yang dipimpin langsung oleh Om Lole dan sedang berada di lokasi untuk memantau suasana jelang Pengucapan, menyaksikan langsung ketegangan akibat tindakan provokatif tersebut. Suasana harmonis yang awalnya tercipta di malam hari berubah menjadi gaduh karena aksi tidak terpuji itu. Masyarakat berharap Pemerintah Desa Poigar Satu di bawah kepemimpinan Kumtua Wanli Ngau segera mengambil langkah konkret dan strategis untuk memastikan ketertiban umum tetap terjaga, terutama di momen penting seperti Pengucapan Syukur.

Kami menyampaikan harapan besar agar Kumtua Wanli Ngau bersama aparat desa, hansip, Panji Josua, dan tim keamanan desa segera menginstruksikan patroli keliling di setiap lingkungan (jaga/dusun), terutama selama perayaan Pengucapan hari ini, Minggu, 13 Juli 2025. Tindakan tegas terhadap oknum-oknum pemicu keributan seperti Kevin (KN) sangat diperlukan demi menjaga nama baik desa, kenyamanan tamu, serta ketentraman masyarakat. Desa Poigar Satu dikenal sebagai kampung yang bersahabat dan religius—karakter ini harus terus dijaga dari tindakan segelintir individu yang berpotensi merusaknya.

Catatan Redaksi:
Pengamanan bukan sekadar kehadiran fisik, tetapi komitmen moral untuk menjaga martabat kampung.
Om Lole Bicara: Bukan Sekadar Bicara, Ini Suara Nurani.