RSUD Provinsi Sulawesi Utara: Menyelamatkan Nyawa Sebelum Tinta Administrasi Mengering

Avatar photo
Ket Foto : Di balik meja kerja yang tertata rapi, Dr. Lidya Tulus memancarkan semangat pengabdian tanpa lelah. Setiap berkas adalah tanggung jawab, dan setiap keputusan adalah bentuk cinta bagi pelayanan publik. (Dok.NyiurNews)

Di bawah komando dr. Lidya Tulus, RSUD Provinsi Sulawesi Utara berdiri tegak sebagai simbol empati dan kemanusiaan — menomorsatukan nyawa, bukan berkas.

MANADO, NyiurNews.Com – Di tengah gegap gempita dunia birokrasi yang kerap menumpulkan nurani, RSUD Provinsi Sulawesi Utara tampil berbeda. Di bawah kepemimpinan tangan dingin Direktur dr. Lidya Tulus, rumah sakit ini menegaskan satu hal yang sederhana namun sakral: nyawa manusia tak boleh diukur dengan selembar formulir. Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), waktu adalah nyawa—dan setiap detik menjadi taruhan. Tak ada “tunggu dulu” untuk administrasi, karena di RSUD Provinsi Sulawesi Utara, tindakan medis selalu datang lebih cepat daripada tanda tangan.

“Keselamatan pasien adalah prioritas kami. Administrasi bisa menyusul, tapi hidup manusia tidak bisa diulang,” tegas dr. Lidya Tulus, dengan nada yang mencerminkan komitmen moral sekaligus tanggung jawab profesional. Prinsip ini bukan sekadar slogan yang dipajang di dinding rumah sakit—melainkan napas yang hidup di setiap langkah tenaga medis. Dari perawat hingga dokter jaga, semangat itu bergaung: menolong dulu, mencatat kemudian. Filosofi pelayanan tersebut pula yang mengantarkan RSUD Provinsi Sulawesi Utara meraih akreditasi paripurna, simbol mutu dan kemanusiaan yang berpadu tanpa batas.

Di balik keberhasilan itu, mengalir pesan kuat dari Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay: bahwa pelayanan publik sejati adalah pelayanan yang berjiwa manusia. Dan di bawah kepemimpinan dr. Lidya Tulus, pesan itu menjelma menjadi budaya kerja. Ia memimpin dengan hati, menggerakkan dengan teladan, dan memastikan setiap pasien—baik peserta BPJS, KIS, maupun pasien umum—diperlakukan bukan sebagai data, melainkan sebagai manusia seutuhnya. RSUD Provinsi Sulawesi Utara bukan sekadar rumah sakit, tapi rumah harapan bagi masyarakat yang berjuang antara hidup dan harapan.

//VIT*