Armada Rongsokan Berkali-kali Mogok Dibiarkan Bekerja,Sampah Menumpuk dan Warga Menanggung Dampak Pembiaran. Warga Mendesak Pihak Terkait Segera Bertindak
Manado, NyiurNews.com — Armada truk pengangkut sampah yang beroperasi di Kecamatan Malalayang terpantau berada dalam kondisi tidak layak jalan. Kendaraan tua dengan usia puluhan tahun itu masih dipaksakan menjadi tulang punggung pelayanan kebersihan, meski secara fisik dan teknis telah jauh dari standar operasional.

Hasil penelusuran media di lapangan menunjukkan truk tersebut berulang kali mengalami mogok di tengah rute pengangkutan. Mesin sering mati, bak pengangkut bocor, dan daya angkut tidak lagi memadai. Kondisi ini bukan insiden tunggal, melainkan masalah berulang yang telah diketahui pihak terkait, namun tetap dinormalisasi dalam praktik sehari-hari.

Dampak langsungnya dirasakan warga di tingkat kelurahan. Sampah rumah tangga dibiarkan menumpuk berhari-hari tanpa kepastian pengangkutan. Bau busuk menyengat, lalat dan tikus berkembang, sementara warga terpaksa hidup berdampingan dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Keluhan masyarakat terus bermunculan, menandai akumulasi masalah yang tak kunjung ditangani secara serius.
Situasi ini menegaskan bahwa persoalan sampah di Malalayang bukan semata soal perilaku warga, melainkan kegagalan logistik dan pembiaran tata kelola. Warga mendesak agar truk sampah yang sudah tidak layak jalan segera diperbaiki atau diganti, serta meminta solusi sementara selama masa perbaikan agar pengangkutan sampah tetap berjalan. Selama armada rongsokan terus dipaksa beroperasi, krisis sampah akan terus berulang—dan masyarakat tetap menjadi pihak yang menanggung akibatnya.
//RED*













