Jeritan Tukang Sampah Tikala Berakhir, Yendri Amrain Turun Tangan!

Avatar photo
Yendri Amrain Pejuang Rakyat Kecil, Tuntaskan Masalah Gaji Tukang Sampah di Tikala. (Dok.NyiurNews.com)

MANADO | NYIURNEWS.com —Manado bukan sekadar kota dengan lanskap menawan dan geliat ekonomi yang dinamis. Ia hidup dan berdenyut karena tangan-tangan pekerja kebersihan yang setia menjaga wajahnya tetap berseri. Namun, di balik kesigapan mereka menjaga kebersihan kota, ada luka yang terpendam. Beberapa waktu lalu, jeritan hati keluarga petugas kebersihan di Kecamatan Tikala mengguncang publik – gaji mereka diduga dimakan oleh oknum bendahara. Sebuah kenyataan pahit yang tak hanya merampas hak mereka, tetapi juga merenggut martabat mereka sebagai pekerja yang berjasa bagi kota ini.

Di tengah ketidakadilan ini, muncullah sosok yang tak tinggal diam: Yendri Amrain. Anggota DPRD Kota Manado ini membuktikan bahwa politik bukan sekadar wacana, melainkan alat perjuangan nyata bagi rakyat kecil. Dengan langkah cepat dan ketegasan yang menggetarkan, ia turun tangan menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas. Gaji yang selama ini menjadi hak pekerja kini sudah ada kesepakatan dari oknum bendahara Tikala untuk di kembalikan ke tangan mereka. “Mereka bukan sekadar tukang sampah, mereka adalah pahlawan kebersihan kota ini. Tak ada yang boleh menzalimi hak mereka!” tegas Amrain.

Keberpihakan Pemkot Manado terhadap pekerja kebersihan pun semakin nyata. Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang (AARS) melalui Sekretaris Kota Manado, Micler Lakat, menegaskan komitmen mereka: kesejahteraan petugas kebersihan akan menjadi prioritas utama. Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berlangsung hari ini, Selasa, 4 Maret 2025, skema peningkatan kesejahteraan mereka dibahas secara serius – mulai dari kendaraan, gaji, hingga perlindungan kerja. Ini bukan lagi sekadar janji, melainkan kebijakan konkret demi kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang selama ini bekerja tanpa suara.

Masyarakat Manado pun menyambut baik langkah ini. Kesadaran bahwa petugas kebersihan adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan kota semakin menguat. Mereka bukan sekadar pengangkut sampah, tetapi penjaga kesejahteraan kota. Dengan kebijakan baru yang tengah digodok, Manado ingin menegaskan satu hal: di kota ini, kesejahteraan bukanlah hak istimewa segelintir orang, tetapi hak bagi setiap mereka yang telah mengabdi dengan tulus.

Ket foto: Anggota DPRD Kota Manado Yendri Amrain, Camat Tikala Henry Kontu, dan staf kecamatan berbagi momen dengan para pejuang kebersihan di Tikala. Terima kasih atas dedikasi kalian menjaga kota tetap bersih! (Dok.NyiurNews.com)

Sebagai wakil rakyat, Yendri Amrain semakin memperkuat posisinya sebagai pejuang masyarakat kecil. Ia bukan tipe politisi yang duduk di kursi empuk dan sekadar berbicara tanpa tindakan. Karakternya yang dekat dengan rakyat, sering turun ke gang-gang kecil, berbincang di warung kopi, dan selalu membuka ruang komunikasi dengan warga, menjadikannya figur yang tak hanya didengar, tetapi juga dipercayai. Kepeduliannya terhadap kaum buruh, anak muda, serta pekerja dengan penghasilan minim semakin mengukuhkan posisinya sebagai sosok yang layak menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya.

Tak hanya itu, komitmen Yendri Amrain terhadap nasib pekerja Indonesia yang berjuang di luar negeri juga menjadi perhatian utama. Ia menyoroti permasalahan tenaga kerja asal Sulawesi Utara yang mengalami kesulitan di negara lain, termasuk yang menjadi korban eksploitasi dan kesulitan kembali ke tanah air. Dengan jaringan dan kapasitasnya, ia bertekad menggandeng berbagai pihak untuk memberikan solusi konkret bagi mereka. “Saya tidak ingin melihat ada satu pun warga kita yang terabaikan, baik di dalam maupun di luar negeri,” tegasnya.

Langkah Yendri Amrain membela hak petugas kebersihan di Tikala adalah bukti nyata bahwa politik masih memiliki wajah kemanusiaan. Di tengah citra buram sebagian wakil rakyat, ia hadir sebagai pengecualian – seorang pemimpin muda yang berani, peduli, dan benar-benar memperjuangkan rakyat. Ia tak hanya berbicara, tetapi bertindak. Ia tak hanya berjanji, tetapi menepati. Di tangannya, harapan rakyat kecil menemukan tempat untuk diperjuangkan.

✍️Penulis: Donny Liow (Om Lole).