MANADO | NYIURNEWS.com | 4 Maret 2025 – Sejarah baru tercatat di Sulawesi Utara. Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut menjadi saksi peralihan tongkat estafet kepemimpinan dari Gubernur sebelumnya, Prof. Dr. (H.C) Olly Dondokambey, SE, dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur baru, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH. Momen sakral ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pemerintah Provinsi, unsur Forkopimda, serta anggota DPRD yang menyambut dengan penuh khidmat.
Sidang paripurna ini tidak hanya menjadi ajang formalitas administratif, tetapi juga momentum simbolis yang menandai awal era kepemimpinan baru di Bumi Nyiur Melambai. Gubernur Yulius Selvanus dalam pidato perdananya menekankan bahwa persatuan dan kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun Sulut ke depan. Dengan penuh optimisme, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergerak dalam harmoni, tanpa sekat dan perbedaan.
“Hari ini bukan hanya tentang perubahan kepemimpinan, tetapi tentang perjalanan baru yang harus kita tempuh bersama. Sulawesi Utara adalah rumah kita semua, dan saatnya kita bergandengan tangan untuk menjadikannya lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing,” ujar Gubernur Yulius dengan penuh ketegasan.
Sementara itu, Dr. J. Victor Mailangkay, yang kini resmi mendampingi Gubernur Yulius, menegaskan bahwa pemerintahan baru ini akan mengutamakan prinsip keterbukaan, pelayanan prima, dan percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya atas dedikasi mereka selama dua periode dalam membangun Sulawesi Utara.
“Kami tidak datang untuk merombak apa yang sudah baik, tetapi untuk menyempurnakan dan mempercepat pembangunan demi kesejahteraan rakyat Sulut,” tegas Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Dalam suasana penuh kehormatan, Prof. Dr. (H.C) Olly Dondokambey, SE, dan Drs. Steven Kandouw secara simbolis menyerahkan buku memori jabatan kepada Gubernur Yulius Selvanus. Penyerahan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa kepemimpinan adalah estafet perjuangan, bukan sekadar pergantian figur di tampuk kekuasaan.

Acara ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus PKK Provinsi serta pelantikan Ketua PKK dari 13 Kabupaten/Kota. Keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang sosial dan ekonomi, menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinan baru ini.
Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, kepemimpinan Yulius-Victor siap membawa Sulawesi Utara ke tingkat yang lebih tinggi. “Torang samua basudara,” bukan sekadar semboyan, melainkan panggilan untuk bergerak bersama, membangun daerah ini dengan semangat persatuan, inovasi, dan kerja nyata.
✍️Penulis: Donny Liow (Om Lole).













